Edit Content

Menu Utama

Lainnya

Bikopra Aspekpir Berpeluang Kembalikan Kejayaan KUD di Indonesia

PEKANBARU – Bertujuan mendorong kembali mengembalikan kejayaan Koperasi Unit Desa (KUD) dan meningkatnya UMKM, Aspekpir Indonesia bersama BPDPKS hadirkan program Bangun Industri Koperasi Rakyat Sejahtera (Bikopra).

Program ini diluncurkan dengan ditandai dibukanya gelaran bimbingan teknis (bimtek) UMKM Bikopra di Mutiara Hotel Pekanbaru, Ahad (21/11) malam.

Gelaran ini sendiri dibuka langsung oleh Gubernur Riau, Syamsuar. Dimana pelaksanaan bimtek tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari ke depan. Yakni mulai 21 November-23 November 2022 nanti.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono menjelaskan program ini merupakan pola kemitraan Perkebunan Inti Rakyat (PIR) di Riau. Dimana pihaknya ingin kembali mendorong KUD dan UMKM kembali bergeliat di wilayah Riau.

“Selama ini kita telah membangun kelembagaan yang sangat bagus mulai dari kelompok tani KUD-KUD. Kita juga sama-sama merasakan waktu kejayaan KUD-KUD pada masa lalu. Bahkan KUD dianggap sebagai soko guru perekonomian di negara kita ini, tapi sekarang sudah mulai redup kejayaan KUD-KUD tersebut. Untuk itu kami Aspekpir sangat berharap kejayaan tersebut terulang kembali,” ujarnya dalam gelaran tersebut.

Menurutnya, KUD dan UMKM merupakan entitas usaha yang paling banyak di Indonesia. Berdasarkan data Kemenkop dan UKM tahun 2018-2019 usaha mikro kecil menengah tercatat secara nasional mencapai 64,2 juta unit usaha. Angka itu jauh lebih besar dibanding usaha diskala besar yang hanya di kisaran 5.550 unit usaha. Jumlah unit usaha mikro kecil menengah yang besar memiliki dampak strategis terhadap perekonomian Indonesia.

“Banyaknya pelaku usaha berdampak baik terhadap kemajuan bangsa, terutama jika pelaku usaha mengelola perkembangan bisnis yang dijalankannya dengan baik melalui bantuan teknologi yang tersedia saat ini. Salah satunya dengan kehadiran agribisnis pengelolaan limbah di areal sawit diintegrasikan dengan ternak sapi,” bebernya.

Sementara untuk kesuksesan program ini pihaknya berharap dukungan dari intansi terkait. Seperti Dinas Koperasi, Dinas Perkebunan dan Dinas Peternakan.

Ada beberapa unit usaha yang bisa di lakukan KUD dan UMKM dalam program Aspekpir ini. Seperti pembuatan pakan ternak dari daun kelapa sawit, pembuatan pupuk organik dari kotoran ternak, usaha kerajinan dari lidi sawit, jasa titipan ternak dan sebagainya.

Baca Juga:  BPDPKS-ASPEKPIR Kolaborasi Bangkitkan UMKM di Area Perkebunan Kelapa Sawit

Sementara Gubernur Riau, Syamsuar menyampaikan apresiasi atas hadirnya program tersebut. Sebab program tersebut menjadi fasilitas bagi KUD dan Pelaku UMKM di Riau. “Kita berharap program ini mampu menumbuh kembangkan industri UMKM berbasis petani kelapa sawit,” terangnya.

Dari pengamatannya industri perkelapasawitan indonesia beberapa bulan terakhir ini mengalami cobaan serius. Hingga berdampak juga terhadap harga pembelian tandan buah segar (TBS). Pemerintah sendiri telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Malah provinsi Riau telah menetapkan visi dan misi yakni terwujudnya provinsi Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di Indonesia (Riau Bersatu). “Pembangunan sektor perkebunan dilaksanakan dengan mengacu misi ke tiga yakni membangun ekonomi yang inklusif, mandiri dan berdaya saing dengan tujuan mewujudkan perekonomian yang mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.

Sesuai dengan visi misi tersebutlah, Syamsuar mengaku mendukung program Aspekoir tersebut. Malah dia menyambut baik hadirnya program Bikopra tadi. “Kita mendukung program ini untuk sebagai solusi untuk mengembangkan industri perkebunan kelapa sawit di Riau. Sementara dalam implementasinya diharapkan Aspekpir bersinergi dengan pemerintah, dunia usaha dan KUD yah didukung dengan tersedianya potensi lahan dan permodalan. Semoga program ini dapat mengangkat perekonomian para pelaku usahanya dan mengelola industrinya secara profesional,” tandasnya.

Program ini juga tak lepas dari dukungan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kadiv UMKM BPDPKS, Helmi Muhansyah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BPDPKS dan Aspekpir dala mengkampanyekan kebaikan kebaikan kelapa sawit.

“Sawit adalah penyelamat Indonesia, dimana menjadi penyumbang devisa terbesar. Kami berharap Aspekpir memiliki usaha-usaha UKM yang buka hanya menghasilkan produk namun juga bisa memasarkannya ke mancanegara,” terangnya

Sejauh ini kata Helmi, BPDPKS memiliki beragam program yang mendukung UMKM di Indonesia. Untuk itu ia berharap Aspekoir menjadi salah satu bagian tim untuk mengembangkan UMKM khususnya di Riau. “Kami berharap program ini benar-benar menghasilkan UKM yang nantinya dapat menghasilkan devisa bagi Riau yang berbasis perkebunan kelapa sawit,” tandasnya.***(arl)

Bagikan:

Informasi Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer
kelapa-sawit
Begini Cara Membuat Pakan Ikan dari Bungkil Kelapa Sawit
PLASMA
Peraturan Menteri Pertanian No.26 tahun 2007 tentang Padoman Perizinan Usaha Perkebunan
Merauke Ok
Sosialisasi Sawit Baik Indonesia 2022 di Kab. Garut Jawa Barat
Slide2
Palm Oil Mill Effluent atau POME Bisa Diolah Menjadi Biodiesel
Terbaru
Slide1
Program PSR Telah Sentuh 142.078 Pekebun Kelapa Sawit Rakyat
Slide2
Gapki Prediksi Kinerja Ekspor Minyak Sawit Indonesia Menurun pada Tahun 2024
Mentan10
Pengurus Aspekpir Dikukuhkan, Mentan Tekankan Pentingnya Hilirisasi Sawit
Slide5
FGD BPDPKS-ASPEKPIR: Regenerasi Petani Sawit Kunci Mewujudkan Sawit Berkelanjutan