Edit Content

Menu Utama

Lainnya

BPDPKS-Aspekpir gelar Workshop UKMK Industri Kecantikan Berbasis Kelapa Sawit

Pekanbaru- Hilirisasi perkebunan kelapa sawit, termasuk di bidang industri kosmetika terus didorong pemerintah. Bahkan juga menjadi program pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Guna melahirkan produk-produk berbasis kelapa sawit, BPDPKS bersinergi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia menghadirkan workshop UKMK berbasis kelapa sawit.

Workshop dua hari pada 22-23 April tersebut dilaksanakan di Kota Pekanbaru, Riau sebagai sentra utama kelapa sawit Indonesia. Pada workshop tersebut, juga dilakukan penandatanganan MoU hilirisasi kelapa sawit bagi industri kecantikan.

“Kalo kita bicara hilirisasi bila kita klik google dalam 0.25 detik muncul 4.140.000 temuan. Ini menunjukkan betapa saat ini hilirisasi menjadi isu yang penting,” ujar Kepala Divisi UKMK BPDPKS Helmi Muhansyah dalam gelaran workshop UKMK berbasis kelapa sawit hasil kolaborasi BPDPKS dan Aspekpir, Senin (22/4) .

Dia menjelaskan makro industri kosmetik seiring dengan meningkatnya populasi penduduk Indonesia berusia muda dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga penampilan dan kesehatan kulit, industri kecantikan nasional juga menjadi semakin berkembang dengan melahirkan banyak brand kosmetik lokal.

Dari data kemenko perekonomian, pertumbuhan jumlah industri kosmetik di Indonesia mencapai 21,94% yakni dari 913 perusahaan di tahun 2022 menjadi 1.010 perusahaan pada pertengahan 2023.

Industri kosmetik nasional juga mampu menembus pasar ekspor dimana secara kumulatif untuk periode Januari-November 2023 nilai ekspor untuk produk kosmetik, wewangian, dan essential oils tercatat mencapai USD770,8 juta.

“Dengan komposisi 9546 industri kosmetik lokal merupakan Industri Kecil dan Menengah, industri ini tercatat mampu menyerap tenaga kerja sekitar 59.886 orang pada tahun 2022,” paparnya.

“Ini lah kenapa sektor kosmetik masih menjadi peluang yang sangat besar bagi pelaku perkebunan kelapa sawit. Kita berharap pengembangan UKMK sawit terus berkembang sehingga menciptakan produk-produk hilirisasi dari kelapa sawit,” bebernya.

Baca Juga:  Dukung Go Internasional, BPDPKS Gelar Gebyar UKMK Berbasis Sawit di Malang

Dengan berpartisipasi hilirisasi skala UMKM, petani sawit akan mendapatkan manfaat dengan nilai tambah yang tinggi dari sekedar menjual TBS saja. “BPDPKS siap berkolaborasi dalam dalam Sinergi Pemberdayaan UKMK untuk menunjang dan meningkatkan kapasitas bisnis UKMK sawit,” tandasnya.

Ketua Umum Aspekpir Indonesia Setiyono mengatakan kolaborasi Aspekpir – BPDPKS dalam bidang hilirisasi bidang kosmetika sangat penting guna meningkatkan nilai ekonomi kelapa sawit yang dikelola anggota Aspekpir Indonesia.

Dengan anggota yang mencapai hampir satu juta petani plasma di seluruh Indonesia, Aspekpir memiliki potensi yang sangat besar bagi mendukung hilirisasi sawit ini. “Kami ingin, kelapa sawit tidak hanya menghasilkan rupiah dari TBS, tapi juga dari sektor hilirnya,” katanya.

Ketua DPD I Aspekpir Riau Sutoyo menjelaskan khusus di Riau, terdapat lebih dari 140 koperasi yang merupakan wadah bagi petani plasma anggota Aspekpir Indonesia di Provinsi Riau untuk mengembangkan usahanya di bidang hilir sawit. “Koperasi-koperasi ini juga ingin berkembang melalui meningkatkan nilai ekonomi sawit ini,” ini.

Ketua Dewan Pengawas Aspekpir Indonesia Rusman Heriawan mengatakan hilirisasi adalah perjuangan lama yang belum berakhir. Tentu dirinya berharap Aspekpir mampu turut andil dalam industri produk hilirisasi tersebut.

Hilirisasi sendiri kata Rusman, sampai saat ini terus ditekankan oleh pemerintah. Dimana beberapa waktu lalu presiden Joko Widodo mengungkapkan pentingnya hilirisasi kelapa sawit dalam pernyataannya.

Rusman menceritakan produk kosmetik kecantikan adalah salah satu lini yang seharusnya dapat ditembus oleh Aspekpir. Saat ini produk kosmetik masih menjadi incaran para kaum hawa yang menang gemar merawat tubuhnya.

Bagikan:

Informasi Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer
PLASMA
Peraturan Menteri Pertanian No.26 tahun 2007 tentang Padoman Perizinan Usaha Perkebunan
IKLAN DUKA CITA
Aspekpir Indonesia Berduka, Istri Tercinta Ketua Umum Wafat.....
Slide2
Palm Oil Mill Effluent atau POME Bisa Diolah Menjadi Biodiesel
kelapa-sawit
Begini Cara Membuat Pakan Ikan dari Bungkil Kelapa Sawit
Terbaru
2024-05-12-akhir-pengabdian-sugiarti
Akhir Pengabdian Sugiarti, Istri Tercinta Setiyono, Ketua Umum Aspekpir Indonesia
IKLAN DUKA CITA
Aspekpir Indonesia Berduka, Istri Tercinta Ketua Umum Wafat.....
Sulteng
BPDPKS-Aspekpir Gelar Workshop UKMK; Petani Sawit Plasma Sulteng Ingin Kembangkan Ternak Sapi Pola Siska
Workshop Riau
BPDPKS-Aspekpir gelar Workshop UKMK Industri Kecantikan Berbasis Kelapa Sawit