Edit Content

Menu Utama

Lainnya

Minyak Sawit Berkontribusi 42% Terhadap Total Supply Minyak Nabati Dunia

JAKARTA- Kelapa Sawit merupakan komoditas minyak dunia dengan produktivitas lahan yang paling baik dibandingkan minyak nabati lainnya sehingga kelapa sawit menjadi pilihan paling sustainable dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia yang semakin bertumbuh.

Sektor sawit di Indonesia melibatkan 2,4 juta petani swadaya dan 16 juta tenaga kerja, dapat terus mendorong PDB di sektor perkebunan pada angka yang positif, sehingga PDB Indonesia di Triwulan I 2023 bertumbuh positif di angka 5,03%

Demikian disampaikan Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Achmad Maulizal Sutawijaya saat tampil sebagai pembicara pada International Dialogue Palm Oil Vs EUDR di The Energy Building, Jakarta, Kamis, 24 Agustus 2023 yang diadakan Media Perkebunan dan BPDPKS.

Dia mengungkapkan setiap tahun demand dan supply minyak nabati global rata-rata tumbuh masing-masing di level 8,5 juta MT dan 8,2 juta MT. Sebagai komoditas yang paling produktif, minyak sawit berkontribusi rata-rata 42% dari total supply minyak nabati dunia.

Dia mencatat sejumlah tantangan di sektor kelapa sawit antara lain masalah produktivitas crude palm oil (CPO) yang rata-rata hanya 3,6 ton per hektare per tahun, padahal bisa dinaikkan menjadi 6 hingga 8 ton per hektare per tahun.

Black campaign juga menjadi tantangan bagi sektor kelapa sawit, terutama isu deforestasi, kerusakan lingkungan (biodiversity lost dan gambut). Belum lagi saat ini terindikasi terdapat tiga juta hektare kelapa sawit Indonesia berada di kawasan hutan.

Sebagai dampak berbagai tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit, harga CPO mengalami penurunan terus menerus dan akibatnya berdampak pada kesejahteraan Petani. Untuk memperbaiki kondisi ini dan meningkatkan kinerja sektor sawit Indonesia, beberapa upaya strategis dilakukan.

Kepala Divisi Perusahaan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Achmad Maulizal Sutawijaya saat presentasi.

Mauli menjelaskan penggunaan dana BPDPKS untuk kegiatan replanting dalam rangka mendukung peningkatkan produktivitas kelapa sawit hingga akhir 2022 baru terelasasi sekitar Rp7,52 triliun yang disalurkan kepada 124.152 pekebun dengan luas area mencapai 282.409 hektare.

Baca Juga:  Keran Ekspor CPO Dipersempit, Apa Efeknya Bagi Kelapa Sawit Indonesia?

Selama Januari hingga Mei 2023, realisasi dana PSR baru mencapai 262 miliar dengan luar kebun mencapai 8.743 hektare.

Penurunan capaian kinerja program PSR terutama disebabkan oleh kendala terhadap pemenuhan persyaratan seperti keterangan tidak berada di Kawasan hutan, dan kawasan lindung gambut, serta keterangan tidak berada di lahan HGU.

“Program PSR merupakan salah satu Program Strategis Nasional sebagai upaya Pemerintah dalam
meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit swadaya yang saat ini rata-rata sebesar 18-20 ton/hektar/tahun dan umur tanaman diatas 25 tahun,” kata Mauli.

Menurut dia, jumlah rupiah yang diterima tiap petani PSR sampai menyentuh nilai empat juta rupiah per bulan. Jumlah rupiah tersebut terkait dengan tingkat produktivitas kebun kelapa sawit PSR yang sudah berumur tanam 5 tahun menghasilkan 22-23 ton TBS per hektar/tahun.

Sementara itu, Direktur Pengolahan & Pemasaran Hasil Perkebunan Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian Dr. Prayudi Syamsuri, SP., MSi. mengatakan kementerian pertanian sedang memperkuat traceability suply chain dari hulu ke hilir.

Dia menjelaskan saat ini sudah ada data dari 1.870 perusahaan dari 2.000 perusahaan yang belum terdata dengan baik di siperibun. Melalui aplikasi siperibun, banyak manfaat yang akan dapat digunakan dalam kerangka mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang baik.

Mengenai PSR (Peremajaan Sawit Rakyat), target pemerintah adalah seluas 180.000 per hektare per tahun dengan anggaran yang sudah disiapkan oleh BPDPKS. Soal Sarpras, saat ini baru rekomtek Rp40 miliar dari anggaran yang dialokasikan Rp1 triliun, masih jauh dari harapan.

 

Bagikan:

Informasi Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer
PLASMA
Peraturan Menteri Pertanian No.26 tahun 2007 tentang Padoman Perizinan Usaha Perkebunan
Slide1
Opening Ceremony Bimbingan Teknis UMKM Bikopra Aspekpir Indonesia di Provinsi Riau, 21 November 2022
Slide2
Palm Oil Mill Effluent atau POME Bisa Diolah Menjadi Biodiesel
kelapa-sawit
Begini Cara Membuat Pakan Ikan dari Bungkil Kelapa Sawit
Terbaru
b23dc122-b3ec-4944-a050-b67ce5fc0450
Percepatan PSR, Aspekpir-BPDPKS-PalmCo Kobalorasi Gelar Sosialisasi PSR Pola Kemitraan
286771de-c549-4c27-a132-68bed589ccd5
Pada Workshop UKMK Sawit BPDPKS-Aspekpir, Petani Sawit Sumut Ingin Ekspor Lidi Sawit
2024-05-12-akhir-pengabdian-sugiarti
Akhir Pengabdian Sugiarti, Istri Tercinta Setiyono, Ketua Umum Aspekpir Indonesia
IKLAN DUKA CITA
Aspekpir Indonesia Berduka, Istri Tercinta Ketua Umum Wafat.....